Aktual Berani Dan Terpercaya

Polisi Tangkap Tiga Penipu Online asal Sulsel, Sudah Tipu 50 Korban

0 542

 

Pasuruan, Onlineindonesia.com – Petugas Satreskrim Polres Pasuruan Kota (Polresta) berhasil mengungkap aktivitas penipuan online. Tiga pelakunya pun ditangkap setelah menipu warga Pasuruan.Ketiga pelaku sama-sama berasal dari Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel). Antara lain, Mashudi, 35; Rahmat Hidayat, 18; dan Muhammad Ababil, 18. Mereka semua berhasil dibekuk di rumah masing-masing di Sulawesi Selatan,

Penangkapan ini bermula dari laporan Yuyun Mujiah Laily Maulidiyah, 19, warga Desa Panditan, Kecamatan Lumbang, Kabupaten Pasuruan,. Dia melapor telah ditipu oleh ketiga pelaku.

Dugaan penipuan terjadi saat korban tertarik melihat ada motor Honda XRV yang dijual oleh akun Facebook Handi Trilaksono. Korban lantas menanyakan harga motor Honda XRV itu. Dari pemilik akun facebook, korban juga mendapat informasi bahwa motor itu berasal dari lelang.

Dari sini pembicaraan berlanjut melalui WhatsApp. Pelaku membuka harga awal Rp 10 juta. Namun, ditawar oleh korban menjadi Rp 5 juta. Akhirnya kesepakatan pun tercapai.

Korban lantas dihubungi oleh pria yang mengaku pemilik showroom. Korban diminta membayar uang muka terlebih dahulu untuk biaya balik nama STNK dan BPKB kendaraan.

Korban pun setuju, dia lantas membayar melalui transfer rekening ATM di Kecamatan Grati, Kabupaten Pasuruan,

Korban membayar Rp 2,5 juta kepada pelaku sebagai uang muka untuk balik nama surat kendaraan. Usai transfer, korban dikirimi screenshot STNK dan BPKB dari pria yang mengaku karyawan showroom.

Lalu pada Rabu jum’at, korban dihubungi oleh pria lainnya yang mengaku rekan dari pemilik showroom. Korban diminta membayar Rp 4,5 juta dengan dalih sebagai uang asuransi barang dan akan dikembalikan nanti.

Tak lama setelah itu, pelaku kembali menghubungi korban dan meminta agar ditransfer Rp 5,5 juta sebagai uang pajak jalan. Lalu, usai uang itu ditransfer, pelaku meminta agar korban kembali mengirim uang Rp 3,5 juta dengan alasan agar uang bisa dikembalikan.

Saat mengirim uang inilah, pelaku meminta agar korban menekan sejumlah nomor. Tanpa disadari, korban kembali mentransfer uang Rp 6.550.238 pada pelaku.