Aktual Berani Dan Terpercaya

Bendahara Desa Kiyangkongrejo Mengaku Hanya Mengambil Uang dan Jadi Tukang Cap

0 373

 

PURWOREJO-Tugas dan fungsi bendahara desa atau Kaur Keuangan, masih dipandang sebagai pegawai pembubuh stempel (tukang cap) pertanggungjawaban keuangan. Padahal ia memiliki peran penting dalam alur keuangan desa.

Seperti yang terjadi di Desa Kiyangkongrejo, Kecamatan Kutoarjo. Kekurangtransparanan penggunaan anggaran yang bersumber dari bantuan-bantuan pemerintah membuat warga bergejolak. Bahkan, perangkat desa pun dipanggil inspektorat untuk klarifikasi pada esok Hari Senin (23/11).

Keadaan itu pun ‘memaksa’ Kaur Keuangan Desa Kiyangkingrejo, Muhammad Taukhid Kaur Keuangan Desa Kiyangkongrejo angkat bicara. .

“Sejak saya bertugas sekira tahun 1995 lalu, tugas saya hanya mengambil uang, sesuai Surat Perintah Pencairan (SPP). Lalu uangnya saya serahkan kepada Pak Kades. Ada juga yang saya serahkan ke Tim Pengelola Kegiatan (TPK) Pengadaan Barang/Jasa. Kalau uang bantuan, saya sendiri yang menyalurkan dan selalu clear,” jelas Muhammad Taukhid saat ditemui di Desa Kiyangkongrejo, Sabtu malam (21/11).

Taukhid menjelaskan bahwa, selama ia menjadi bendahara desa, tidak  pernah menyimpan uang. Semua uang proyek infrastruktur diserahkan kepada Kades Akhmad Asmudi. Padahal, menurut dia, alur yang benar dalam keuangan adalah Kaur keuangan mengeluarkan uang hanya sebesar kuitansi yang diserahkan oleh TPK.