Aktual Berani Dan Terpercaya

Danlanal Yogyakarta Pimpin Panen Ikan Lele Program Ketahanan Pangan TNI AL

0 249

 

YOGYAKARTA. Keberlanjutan pelaksanaan Program Ketahanan Pangan TNI Angkatan Laut peduli Covid-19 terus dilaksanakan sampai dengan saat ini, seperti pada kegiatan Komandan Pangkalan TNI Angkatan Laut (Danlanal) Yogyakarta, Lantamal V Koarmada II Kolonel Marinir Harry Indarto, S.E., M.M secara langsung memimpin kegiatan Panen Ikan Lele hasil budidaya dari Staf Potensi (Potmar) Lanal Yogyakarta bertempat di kolam lele warga binaan di desa Potorono Banguntapan Bantul Yogyakarta pada Rabu pagi (11/11/20).

Program ketahanan pangan TNI Angkatan Laut telah di laksanakan secara masif oleh Lanal Yogyakarta sejak pandemi Covid-19 terjadi, antara lain budidaya tanaman pangan dan sayuran di lahan lingkungan dinas antara lain di Posal-Posal, Rumdis dan Mako Lanal Yogyakarta. Selain melaksanakan program ketahanan pangan sektor pertanian tanaman pangan tersebut, juga telah melaksanakan budidaya penebaran bibit ikan lele pada 20 ikan petak kolam warga binaan pada 2 September 2020 dan dalam kesempatan kegiatan panen kali ini berhasil memanen sekitar 3 kwintal ikan lele.

Dalam acara seremonial memimpin panen ikan lele, Danlanal Yogyakarta menyampaikan sambutannya, antara lain menyampaikan apresiasi dan atensinya kepada Staf Potmar Lanal Yogyakarta dengan Paspotmar saat ini dijabat oleh Mayor Laut (K/W) Herlin Hestiowati, A.Md. beserta jajarannya atas keberhasilan melaksanakan program budidaya ikan lele, bahwa atas keberhasilan ini, program ketahanan pangan TNI AL oleh Lanal Yogyakarta salah satunya budidaya ikan lele harus terus dilanjutkan bila perlu ditingkatkan sehingga nantinya dapat dinikmati oleh seluruh keluarga besar Lanal Yogyakarta maupun kepada warga masyarakat yang membutuhkan.

Lebih lanjut Danlanal Yogyakarta menyampaikan, bahwa saat ini pemerintah sedang menggalakkan program ketahanan pangan sebagai respon menanggulangi dampak masa pandemi Covid-19, hal tersebut beralasan di masa-masa sulit bagi kita semua dan juga membahayakan ketahanan pangan bagi banyak orang.