Aktual Berani Dan Terpercaya

Keluarga Pasien Covid19 di Ambon Semprot Gugus Tugas

0 650

 

Ambon, Onlineindonesia.com- Perhatian Pemerintah Kota Ambon bagi Pasien terkonfirmasi positif Covid-19 yang ber-KTP Kota Ambon terkesan lepas tangan terhadap keluarga pasien tersebut. Padahal pasien covid-19 tersebut merupakan tulang punggung keluarga dan bukan Aparat Sipil Negara (ASN).

Ironisnya, Pemerintah Kota Ambon seakan menutup perhatian kepada warganya jika sudah ditangani Pemerintah Provinsi Maluku. Padahal Pemerintah Provinsi Maluku memfokuskan pada penanganan pasien covid-19, bukan ke keluarga pasien.

Ibu Rosina (48) Warga Kota Ambon yang bekerja sebagai salah satu pegawai Honor menyatakan, dirinya selaku tulang punggung keluarga saat divonis positif covid-19 dan hingga kini Pemerintah Kota Ambon terkesan lepas tangan terhadap keluarganya yang ditinggalkan.

“Pada tanggal 28 September 2020 pada saat saya ditracking oleh dinas Kesehatan Kota Ambon, sempat meminta untuk dikarantina oleh gugus kota Ambon,” katanya saat dikonfirmasi media ini Lokasi Karantina Terpadu LPMP, Ambon, Jumat (23/10)

Rosina katakan, dengan alasan kuota hotel yang menjadi tempat karantina untuk warga kota Ambon telah penuh akhirnya dirinya meminta Dinas Kesehatan Provinsi Maluku memfasilitasi untuk dilakukan karantina di LPMP.

“Sampai sejauh ini, saya melihat terkesan kami dianak tirikan oleh Pemerintah Kota Ambon padahal saya juga ber-KTP Ambon,” tandasnya.

Diungkapkan Rosina, kondisi keluarganya pasca dirinya divonis positif Covid-19 sampai saat ini tidak ada perhatian apa-apa dari pemerintah Kota Ambon, bahkan anaknya kini diurus oleh keluarganya karena dirinya tidak mempunyai uang lagi.

“Sempat dua hari yang lalu minta uang ke saya karna uang sisa Rp3.500 sekarang su seng (sudah tidak) ada uang lagi, untuk kebutuhan makanan pagi dong(mereka) cari jalan sendiri, hari ini untuk sementara waktu kedua anak saya diurus oleh keluarga saya, tapi mau sampai kapan hal ini terjadi,” bebernya.

Rosina berharap, Wali Kota Ambon bisa menyikapi persoalan tersebut dengan bijaksana dan dengan penuh rasa keadilan.