Aktual Berani Dan Terpercaya

Ketua Advokasi PWOIN Minta Polri Tangkap Dan Tindak Tegas Pelaku Pengoroyokan Wartawan Di NTT

0 1.195

 

Jakarta, Online-indonesia.com –  Tindakan kekerasan main hakim sendiri terhadap wartawan, yang dilakukan oleh sekelompok oknum partai beringin di Malaka provinsi Nusa tenggara timur (NTT) pada Kamis, 15/10/2020. Mendapat kecaman keras.

Usai Ketua umum perkumpulan wartawan online independen Nusantara (PWOIN ) Feri Rusdiono, mengecam tindakan kekerasan terhadap wartawan, kini giliran ketua Advokasi/ PWOIN yang mengecam aksi premanisme terhadap wartawan.

” Saya mengecam aksi main hakim sendiri tindakan pengoroyokan yang dilakukan oleh sejumlah oknum dari partai beringin Golkar provinsi NTT terhadap Wartawan gardamalaka.com yang mengalami luka serius dibagian kepala Belakang,”. Tegas Gusjoy S. SH., SHI., S.Sos., MH

Gusjoy mengatakan, demi untuk menjaga martabat dan marwah teman-teman wartawan dari tugas jurnalistik maka Polri dalam hal ini Polres malaka harus menangani secara serius dan cepat untuk segera menangkap pelaku pengeroyokan tersebut.

“Polres malaka tidak hanya serius saja melainkan harus cepat menangkap pelaku tindakan anarkis kepada wartawan,” ujar Gus

Kalau sampai tidak ditangkap pelaku pengeroyokan, dia khawatir, wartawan akan mudah diperlakukan sewenang-wenang oleh siapapun.

Terutama ketika sedang melakukan tugas jurnalistik, melakukan peliputan, menyampaikan informasi baik itu tentang kritik kepada penyelenggara negara. Khususnya di Malaka provinsi NTT, Wartawan gardamalaka.com yang mana disaat pengambilan video dan gambar untuk keperluan dokumentasi publishkasi tiba-tiba seseorang mendekatinya yang dikenal, bernama Mugen mengenakan stelan baju loreng kuning, pakaian Angkatan Muda Partai Golkar, (AMPG), sambil berteriak agar menghapus video dan gambar yang baru diambil itu.

Wartawan gardamalaka.com dalam keadaan berjalan, tiba-tiba dari belakang dirinya merasakan pukulan beruntun dari salah seorang bernama, Anarki Sergius Klau, Pengurus Anak Ranting Partai Golkar Kecamatan Malaka barat provinsi NTT.