Aktual Berani Dan Terpercaya

Danrem 071 : Darah yang mengalir dalam darah KBT adalah darah TNI

0 587

 

Banyumas – Hal tersebut dikatakan Komandan Korem 071/Wijayakusuma, Kolonel Inf Dwi Lagan Safrudin, S.I.P., saat membuka Komunikasi Sosial (Komsos) Korem 071/Wijayakusuma bersama Keluarga Besar TNI (KBT), Kamis (10/9/2020) di Kampus Institut Teknologi (IT) Telkom Purwokerto, Banyumas.

Lebih lanjut dikatakan, sebagai suatu individu yang tidak terpisahkan hanya karena kegiatan dan tugas masing-masing, maka dengan komunikasi sosial ini yang bermakna silaturahmi guna menjalin komunikasi dan memperkokoh antara KBT dengan Korem 071/Wijayakusuma.

“Berbicara tentang KBT, tentunya darah yang mengalir adalah darah-darah TNI. Karenanya, jangan sampai ada orang ditengah-tengah kita dan jangan sampai ada kelompok-kelompok yang ingin memisahkan kita”, tegasnya.

Jangan ada orang-orang yang ingin agar kita tidak menjalin dan tidak ada silaturahmi dan tidak kompak. Tentunya, hal ini harus kita pertahankan, harus terus kita jalin komunikasinya antara TNI khususnya Korem 071/Wijayakusuma dengan KBT.

Terkait dengan pelaksanaan kegiatan di IT Telkom Purwokerto, Danrem menyampaikan, IT Telkom mempunyai visi menjadi perguruan tinggi yang mempunyai daya saing internasional, membangun SDM berbasis teknologi, tentunya ini akan bersinergi dengan Korem 071/Wijayakusuma khususnya dalam penyiapan SDM prajurit dan PNS Korem 071/Wijayakusuma yang berbasis IT guna pelaksanaan tugas pokok satuan.

Dikatakan Danrem, perkembangan ilmu teknologi saat ini sangat pesat dan modern, karenanya dengan adanya perkembangan ilmu teknologi tersebut perlu adanya filterisasi mana yang positif dan mana yang negatif. Yang positif, kita gunakan sisi positifnya guna pengetahuan kita baik diri sendiri maupun satuan. Sedangkan negatifnya, seperti adanya hoax, berita-berita tidak jelas arahnya dan cenderung ilegal, kita tidak boleh terpancing dan tidak termakan hal-hal seperti itu. Sebagai insan yang mempunyai tugas dan tanggungjawab masing-masing jangan sampai terpecah belah karenanya.