Aktual Berani Dan Terpercaya

Kontestasi Politik Pilkada 2020 Tangerang Selatan, Siapa Yang Meraih Kemenangan. Parpol, Kandidat atau Rakyatkah ?

0 368

 

TANGERANG SELATAN, Onlineindonesia.com – Tangerang Selatan akan melangsungkan pesta demokrasi di Pilkada 2020 tanggal 09 Desember, untuk memilih Walikota/Wakil Walikota untuk lima tahun kedepan.

Masyarakat Tangerang Selatan tentu patut berbangga karena pelaksanaan kegiatan besar itu akan menentukan pemimpin mereka guna membawa perubahan dan tingkat kesejahteraan masyarakatnya yang lebih baik kedepan.

Tidak dapat dipungkiri, semakin mendekatnya Pilkada 2020  Tangerang Selatan, yang hanya menyisakan waktu kurang dari tiga bulan ini, terlihat sudah terjadi persaingan ketat di antara para kandidat.

Seperti diketahui, tiga kandidat paslon Walikota/Wakil Walikota Tangerang Selatan yaitu :

• Paslon H Benyamien Davnie – H Pilar Saga Ichsan, diusung
Partai Golkar (10) dan partai Pendukung yaitu, PPP (Non Kursi), PBB (Non Kursi), Partai Gelora (Non Kursi).

• Paslon H Muhamad – Rahayu Saraswati Djojohadikusumo, diusung PDI Perjuangan (8), Partai Gerindra (8), PSI (4), PAN (2), Partai Hanura (1) ditambah parpol pendukung yaitu, Partai Nasdem (Non Kursi), Perindo (Non Kursi), Partai Garuda (Non Kursi) dan Partai Berkarya (Non Kursi).

• Paslon Hj Siti Nur Azizah – H Ruhamaben, diusung Partai PKS (8), Partai Demokrat (5) dan Partai PKB (4).

Namun yang terpenting dari semua itu, ketiga paslon Kandidat termasuk tim sukses, para pendukung dan simpatisan harus menggunakan cara-cara elegan dan tidak bermain kotor untuk mendapatkan simpati para pemilih khususnya masyarakat di Kota Tangerang Selatan ini.

Saat diminta tanggapan Hj. Hotmidawati Harahap.SE, yang selama ini dikenal penggiat sosial, di wilayah Pamulang, mengatakan, bagi masyarakat, siapapun yang terpilih wajib didukung dan dihormati kemenangannya tanpa menimbulkan pernak pernik perpecahan alias tidak setuju, tidak menerima atau keberatan dengan niat yang terselubung untuk kepentingan sepihak.

Kita tidak bermaksud membicarakan bagaimana seorang kandidat memenanginya dan atau sebaliknya, bagaimana seorang kandidat terkalahkan.

Diakui atau tidak, dalam kontestasi politik kerap kali terjadi ketidakjujuran, atau perilaku yang sejatinya melanggar etika dan moral berpolitik. Bahkan, tidak jarang secara tidak malu-malu aturan-aturan main dilanggar demi meraih satu kemenangan.

Egoisme dan rakus kekuasaan menjadikan sebagian melakukan apa saja, menghalalkan segala cara untuk memenangi pertarungan itu. Money politics menjadi salah satu wajah politik korup (corrupt politic)  yang wajib diwaspadai dan bahkan kemungkinan besar seringkali terjadi. Mengapa sering didengar hal tersebut?

Disatu sisi, rakyat masih banyak yang membutuhkan karena faktor kemiskinan, baik karena keadaan maupun mungkin karena mentalitasnya. Artinya, kemiskinan yang terjadi di masyarakat dapat dibagi dua kategori, yaitu:
• ada kemiskinan yang memang riil adanya, dan
• ada pula kemiskinan yang disebabkan mentalitas dan karakter, merasa miskin dan tidak pernah terpuaskan.