Aktual Berani Dan Terpercaya

Dalam Seminggu, Satresnarkoba Polresta Tangerang Bekuk 13 Tersangka Penjual Obat Keras Tanpa Izin, 1 Diantaranya Residivis

0 645

 

Tangerang, Jajaran Satuan Reserse Narkoba Polresta Tangerang Polda Banten meringkus 13 tersangka penjual obat-obat daftar G atau obat keras tanpa izin edar. Ketiga belas tersangka itu dibekuk dalam waktu satu minggu.

Kapolresta Tangerang Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi menerangkan, satu dari ketiga belas tersangka merupakan residivis kasus yang sama dan baru bebas 3 bulan lalu. Ketiga belas tersangka, ujar Ade, ditangkap di beberapa tempat diantaranya Kecamatan Panongan, Kecamatan Tigaraksa, Kecamatan Cisoka, Kecamatan Jayanti, dan Kecamatan Balaraja.

“Modus mereka mengedarkan obat-obat daftar G antara lain hexymer, tramadol, dan alfazolam tanpa izin edar dengan berkedok sebagai pedagang kosemtik,” kata Ade di Mapolresta Tangerang, Rabu (2/9/2020).

Para tersangka, kata Ade, rata-rata sudah menjalankan aksinya selama 3 bulan. Ade menerangkan, para tersangka dapat meraup keuntungan hingga 200 persen. Dalam sehari, ujar Ade, para tersangka bisa mendapat penghasil dari menjual obat tanpa izin itu sebesar Rp700 ribu hingga Rp1,2 juta.

Ade menambahkan, harga obat-obat daftar G yang dijual para tersangka sangat terjangkau berkisah Rp1000 hingga Rp4000 per butir. Dengan harga itu, terang Ade, banyak anak muda yang menjadi konsumen para tersangka.