Aktual Berani Dan Terpercaya

Polosoro Datangi Gedung DPRD Adukan Kelangkaan Pupuk Bersubsidi

0 730

 

Purworejo,online-indonesia.com,-Akhir-akhir ini terjadi kelangkaan pupuk hampir di seluruh wilayah di Kabupaten Purworejo. Petani mengeluh kesulitan untuk membeli pupuk bersubsidi dari para pengecer. Padahal, saat ini, rata – rata tanaman mereka berada di fase pemupukan.

Menyikapi hal itu, Polosoro Purworejo sebagai wadah para kepala desa, kepala kelurahan dan perangkat desa merasa tergerak untuk ikut membantu mengatasi keluhan para petani.

Ketua Umum Polosoro Suwarto, menjelaskan
Hari ini, Senin, 27 Juli 2020 Polosoro Purworejo mendatangi gedung DPRD Purworejo untuk mengadukan permasalahan kelangkaan pupuk bersubsidi.

“Kedatangan Kami ini merupakan bentuk nyata kepedulian Kami terhadap warga Kami yang mayoritas adalah petani. Jika beberapa saat lalu, Kami hadir ke DPRD memperjuangkan kesejahteraan para kepala desa dan perangkat desa, kali ini Kami hadir untuk membantu dan memperjuangkan nasib para petani,” terang Suwarto.

Lanjut Suwarto, di DPRD kami ditemui langsung oleh Ketua DPRD, Dion Agasi, beserta jajaran pimpinan. Hadir pula Kepala Dinas PPKP, Wasit Diono,S.Sos.

Dalam kesempatan itu terang Suwarto, pengurus Polosoro menyampaikan keluhan petani tentang kelangkaan pupuk, sekaligus menanyakan penyebabnya. Pupuk subsidi seolah lenyap dari pasaran di saat para petani membutuhkannya untuk tanaman mereka, khususnya padi.

Sementara itu Kadinas PPKP, Wasit Diono,S.Sos, menyampaikan kepada Polosoro bahwa memang alokasi pupuk untuk Kabupaten Purworejo, sesuai SK Gubernur Jawa Tengah, jumlahnya di bawah angka RDKK yang merupakan rekapitulasi usulan kebutuhan pupuk dari petani.

“Untuk Urea, misalnya, dari RDKK sekitar 17 ribu ton, hanya mendapatkan aplikasi sekitar 10 ribu ton. Dan saat ini, sudah terserap oleh petani sebanyak 98 persen. Hal itu tidak terlepas dari kebijakan pemerintah pusat untuk mengurangi angka subsidi pupuk. Dirinya juga menyampaikan bahwa pihaknya sudah melakukan berbagai langkah antisipasi, antara lain mengedukasi petani untuk menggunakan pupuk organik. Juga berkirim surat ke Kementerian Pertanian di Jakarta untuk bisa diberikan tambahan kuota pupuk bersubsidi,” jelas Wasit.

Sebagai tindak lanjut dari pertemuan ini, ketua DPRD Purworejo Dion Agasi, merencanakan untuk mengadakan Rapat Dengar Pendapat (RDP) antara Polosoro, DPRD, dan OPD terkait, termasuk juga akan menghadirkan pihak distributor yang ada di Purworejo. Rapat direncanakan dilaksanakan pada Senin pekan depan.( Wan)