Aktual Berani Dan Terpercaya

Diversifikasi Teras Berita

0 149

 

Oleh: Yunanto

Terminologi diversifikasi (penganekaragaman) kerap dipakai dalam perbincangan masalah pangan. Satu jenis bahan pangan mentah diolah menjadi banyak jenis makanan siap saji, itulah diversifikasi pangan. Ada faktual kreativitas dan daya inovasi dalam diversifikasi dimaksud.

Di jagat publisistik praktika (jurnalistik) juga ada diversifikasi teknik penyajian berita. Membosankan khalayak komunikan media, jika bentuk karya jurnalistik “begitu-begitu saja”. Nampak mencolok pada karya jurnalistik berbentuk _straight news_ atau _spot news_ di media siber.

Diversifikasi karya jurnalistik berbentuk _straight news_ atau _spot news_  paling mudah dikonkretkan lewat teras berita atau _lead_. Secara langsung judul berita pun akan terdiversifikasi. Hal itu sesuai dengan kaidah judul berita. Intinya, judul diperas dari teras berita.

Setelah terjadi diversifikasi  judul dan teras berita, secara langsung terjadi diversifikasi di tubuh berita. Pasalnya, tubuh berita adalah uraian detil dari teras berita yang intisarinya ada di judul berita. Maka judul, teras berita dan tubuh berita menjadi satu kesatuan yang utuh.

*Enam Macam*
Saya mencermati karya jurnalistik berbentuk _straight news_ atau _spot news_ di berbagai media siber. Bentuknya dari waktu ke waktu, hingga kini, “begitu-begitu saja”. Konkretnya, selalu berbentuk _what lead_ dan _who lead_. Tak terhindarkan, varian kalimat judul pun “begitu-begitu saja”.

Makna _what lead_ adalah teras berita yang dibuka (diawali) dengan elemen _apa_. Contoh: _Pengambilan paksa jenasah pasien Covid-19 di…_ dan seterusnya. Begitu pula _who lead_, adalah teras berita yang dibuka dengan elemen _siapa_. Contoh: _Bupati Malang, HM Sanusi, melakukan ….._ dan seterusnya. Varian judul pun didominasi dua elemen bahan berita tersebut.

Memang, intisari berita terdapat pada elemen _what_ dan _who_. Berita peristiwa, berita pendapat, maupun gabungan berita beristiwa dan berita pendapat. Hal tersebut bertolak dari “kiblat” berjurnalistik dari aspek kadar fakta yang dikandung. Ada fakta peristiwa, fakta pendapat, serta gabungan fakta peristiwa dan fakta pendapat.

Kendati demikian teras berita tidak harus selalu diawali dua elemen berita _what_ dan _who_. Ada enam elemen bahan berita, yaitu 5W + H. Berarti ada enam macam varian teras berita atau enam macam _lead_. Teras berita sangat variatif, sesungguhnya.

Enam macam teras berita dimaksud, rincinya: _what lead, who lead, how lead, why lead, where lead_ dan _when lead_. Varian kalimat judul berita pun semakin beragam, sealur dengan variasi teras berita. Begitu pun tubuh berita. Maka terciptalah karya jurnalistik yang variatif. Tidak membosankan dari aspek penyajian.

*Kadar Aktualitas*
Variasi teras berita yang nyaris tidak pernah digunakan adalah _when lead_. Padahal, teras berita jenis ini menonjolkan kehangatan berita. Selain itu juga pendongkrak bobot nilai berita dari aspek nilai kadar aktualitas  peristiwa. Elemen _when_ “dijual” di judul berita pun sangat memikat.

Tentu, jurnalis bukan ahli nujum. Plus-minus _when lead_ selalu ada. Kekuatan elemen _when_ terletak pada peristiwa teragenda. Misal, Presiden Jokowi diagendakan meninjau Waduk Karangkates di Kabupaten Malang, Senin pagi pekan depan.