Aktual Berani Dan Terpercaya

Sikapi Maraknya Dugaan Pungli Dana Bencana dan Covid, Kapolda Diminta Turunkan Tim Saber Pungli

0 278

 

PALU – Sekretaris Lembaga Peduli Hukum dan Pembangunan Nasional (LPHPN) Sulteng, Ikbal Borman SH, meminta Kapolda Sulteng agar segera menurunkan tim Saber Pungli Polda Sulteng untuk mengusut dugaan pungutan liar (Pungli) yang terjadi dibeberapa Daerah di Wilayah Sulteng.

Permintaan ini kata Ikbal Borman untuk menyikapi maraknya informasi dugaan pungutan liar yang dilakukan oleh para oknum pasca menerima dana bantuan bencana stimulan dan bantuan dana Bantuan Sosial Tunai (BST) ditengah pandemi COVID 19.

Selain itu juga disinyalir adanya permintaan uang kontribusi dari Dana Desa kepada para Kepala Desa dengan modus sebagai kontribusi Desa dalam penanganan COVID 19, yang juga disinyalir tidak didukung dengan payung hukum yang tidak jelas.

Lanjutnya Ia berharap jajaran Kepolisian untuk melakukan upaya pendalaman yang sah (pulbaket).

“Kasihan warga ditengah Pandemi ini, sudah kena bencana gempa, tsunami dan Likuefaksi kini disinyalir mendapat bencana Pungli lagi, oleh sejumlah oknum dengan beragam modus,” ujar mantan ketua Lembaga Pemberantasan Korupsi (LPK) Sulteng ini saat ditemui di Palu (11/7).

Dari informasi yang dihimpun, kata Ikbal dugaan besaran pungli atau kontribusi yang dilakukan para oknum tersebut dengan jumlah yang bervariasi. Sesuai tipe bantuan yang diterima warga.

“Hal ini sah – sah saja, jika ditunjang dengan payung hukum yang jelas, jika tidak, tentunya patut diduga sebagai pelanggaran,” cetus Ikbal.

“Sungguh sangat disayangkan, di tengah banyak pihak mengulurkan tangan untuk memberikan bantuan kepada korban bencana, ternyata masih ada juga oknum oknum yang memanfaatkan situasi ini, untuk melakukan pungli dengan setiap modus oprerandi,” cetusnya.

Oknum – oknum seperti ini kata Ikbal tidak boleh dibiarkan, Tim saber pungli Polda harus segera turun tangan memburu dan menangkap oknum – oknum tersebut,” harapnya.

Pihak Kepolisian harus bertindak, agar dapat memberi efek jera bagi para oknum pelaku dan sebagai bentuk preventif kepada oknum lainnya untuk tidak melalukan hal yang sama, modus operandi ditengah bencana dan Covid 19.