Aktual Berani Dan Terpercaya

PAMEN STTAL  RAIH GELAR DOKTOR STUDI KETAHANAN PASCASARJANA UNIVERSITAS BRAWIJAYA MALANG

0 130

 

TNI AL-STTAL Surabaya, Penentuan Lokasi Pangkalan TNI AL Menggunakan  MCDM dan Sistem Dinamik Dalam Upaya Meningkatkan Pertahanan Udara di Laut  adalah judul yang diusung dan dikupas dalam Disertasi untuk memperoleh gelar Doktor Studi Ketahanan yang disampaikan oleh Letkol Laut (KH) Joko Purnomo, S.Si., M.T.  (Kaprodi S1 Teknik Manajemen Industri  STTAL)  yang melaksanakan ujian akhir Disertasi sebagai mahasiswa S3 Studi Ketahanan Pascasarjana Universitas Brawijaya Malang Jawa Timur, yang pelaksanaannya secara darling online di Rupat Pulau Nipa Kampus STTAL Jl. Bumimoro-Morokrembangan Surabaya. Senin (14/7/2020)

Disertasi ini membahas dan mengupas tentang Pangkalan TNI AL sebagai salah satu komponen integral dari Sistem Senjata Armada Terpadu (SSAT) merupakan ujung tombak kekuatan didalam melaksanakan dukungan terhadap tugas operasi tempur laut terutama sebagai tempat pengembangan kekuatan laut Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) ke daerah operasi atau ”deployment forces position” dalam menunjang tugas operasi KRI sebagai satuan operasional pertahanan negera di laut.

Pemilihan lokasi Pangkalan TNI AL adalah suatu proses pengambilan keputusan dengan banyak kriteria atau Multi Criteria Decision Making (MCDM), juga bukan untuk kondisi saat ini saja akan tetapi perlu mempertimbangkan faktor sustainabilitas Pangkalan TNI AL akibat perubahan dinamika sistem agar Pangkalan tersebut dapat sustainable/berlanjut pada masa-masa yang akan datang.

Penelitian ini menggunakan suatu metode kombinasi antara metode Analytical Hierarchi Process (AHP) dengan metode Set Covering yang kemudian diteruskan dengan metode sistem dinamik. Berdasarkan hasil pengolahan data dengan metode AHP menggunakan software expert choice ver 11 menunjukkan bahwa Pangkalan TNI AL Balikpapan lebih diprioritaskan atau diutamakan dalam penentuan lokasi Pangkalan TNI AL untuk dikembangkan stutusnya karena mempunyai nilai bobot (0,186) yang lebih besar dibandingkan Pangkalan TNI AL lainnya, selanjutnya Denpasar (0,184), Palu (0,144), Kendari (0,109), Banjarmasin (0,089), Semarang (0,082), Tahuna (0,071), Mataram (0,052), Cilacap (0,047) dan Maumere (0,035). Sedangkan hasil pengolahan data dengan metode set covering dengan program excel solver terpilih 8 Pangkalan TNI AL untuk mengcover 8 sektor operasi yang ada di wilayah Koarmada II, yaitu Pangkalan TNI AL Palu mencover sektor operasi 1 (Laut Sulawesi), Balikpapan mencover sektor operasi 2 (Selat Makasar), Banjarmasin mencover sektor operasi 3 (Laut Jawa), Denpasar mencover sektor operasi 4 (Samudera Indonesia 1), Maumere mencover sektor operasi 5 (Laut Flores), Mataram mencover sektor operasi 6 (Samudera Indonesia 2), Tahuna mencover sektor operasi 7 (Laut Sangihe Talaud), Kendari mencover sektor operasi 8 (Laut Maluku).