Aktual Berani Dan Terpercaya

Ormas Islam Unjuk Rasa Tolak dan Bubarkan Partai Inisiator RUU HIP

0 159

 

Purworejo,onlineindonesia.id,-Ratusan massa ormas Islam, mahasiswa dan organisasi kepemudaan menggelar aksi unjuk rasa menolak pembahasan Rancangan Undang-Undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP) di Alun-alun Kota Purworejo, Jumat (10/7/2020 ) siang.

Aksi unjuk rasa penolakan RUU HIP dikuti oleh Front Pembela Islam (FPI) Purworejo, KOKAM, Anak NKRI, IKADI, FKAM, Mujahidah dan Mujahidin, para Mahasisawa dan Mahasiswi di Purworejo dan beberapa organisasi lainnya.

Mereka meminta pemerintah untuk membatalkan seluruh proses pembahasan RUU HIP/PIP dan mendesak aparat yang berwenang untuk mengusut pihak-pihak inisiatif dan Konseptor RUU HIP serta berharap Presiden mengambil sikap yang tegas.

Muhammad Luthfi Rohman (30), selsku Koordinator aksi, mengatakan aksi ini ditujukan untuk mendukung maklumat MUI (Majelis Ulama Indonesia) terkait RUU HIP. Massa juga menuntut negara untuk menangkap inisiator RUU HIP, karena telah terbukti makar.

“Kita minta diusut dan tangkap inisiator RUU HIP karena telah mengubah ideologi menjadi ekasila. Masak sila pertama dalam pancasila ‘ketuhanan yang maha esa’ akan dirubah menjadi ‘ketuhanan yang berkebudayaan’. Ya tidak bisa Budaya itu sifat manusia yang tidak boleh disandarkan kepada tuhan,” kata  Luthfi Rohman.

lanjut Gus Luthfi, para aksi juga akan meminta wakil rakyat (DPRD Purworejo) untuk menyampaikam aspirasi umat kepada DPR RI agar menolak RUU HIP. Kalau tidak gerakan tolak RUU HIP akan terus dilakukan sampai dengan tuntutan massa dipenuhi.

Usai bergantian melakukan orasi, para pengunjuk rasa kemudian melanjutkan audensi di kantor DPRD Kabupaten Purworejo dan perwakilan dari para unjuk rasa diterima langsung oleh Kapolres Purworejo, Dandim 0708 dan semua fraksi, wakil dan ketua DPRD  Kabupaten Purworejo.

Sementara itu dihadapan perwakilan pengunjuk rasa, Ketua DPRD Purworejo, Dion Agasi mengatakan, unjuk rasa ini membuktikan kecintaan mereka pada NKRI.

“Pancasila yang dibacakan 18 Agustus 1945 100 persen sudah final, inkracht dan abadi. Dan itu menjadi tanggung jawab kita bersama, jangan sampai paham komunisme, masuk di Indonesia” kata Dion disambut tepuk tangan meriah dari perwakilan pengunjuk rasa.

Kami berjanji akan meneruskan amanah aspirasi pengunjuk rasa ke DPR RI. Kami akan mengirimkan surat ke DPR RI.  Bahkan Jika memungkinkan, akan audiensi ke gedung DPR RI dan bila diijinkan ke Presiden RI. Akan terus kami kabarkan perkembangan penyampaian aspirasi ini,” tegas Dion.(Wan)