Aktual Berani Dan Terpercaya

DPP MOI MINTA KAPOLDA MALUKU USUT TUNTAS PENGANIAYAAN WARTAWAN ANGGOTA MOI

0 79

 

Jakarta : Online-indonesia.com—Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Perkumpulan Media Online Indonesia (MOI) meminta Kapolda Maluku, Irjen Pol. Drs. Baharudin Djafar, M.Si agar dapat mengusut tuntas penganiayaan wartawan anggota MOI, Muhamad Yasir Arafat Ely, wartawan media online liputan4.com. Hukum harus ditegakkan siapapun mereka yang melanggar.

Desakan dan sikap MOI tersebut disampaikan Sekjen MOI, HM. Jusuf Rizal kepada media terkait penganiayaan yang dilakukan sekelompok orang secara brutal kepada anggotanya. Dalang dari aksi brutal pengeroyokan serta penganiayaan itu diduga kuat dipimpin langsung oleh Saleh Tjiu, penjabat Kepala Pemerintah Negeri Wahai, Kecamatan Seram Utara, Maluku Tengah.

“Ini negara hukum. Tidak boleh pejabat seenaknya main hakim sendiri. Setiap warga negara memiliki hak konstitusi untuk menyuarakan pendapat. Disamping itu, UU Informasi Publik, selain sebagai wartawan, masyarakat pun boleh mengkritisi kebijakan pemerintah agar transparan dan akuntabel,” tegas Jusuf Rizal yang juga Presiden LSM LIRA (Lumbung Informasi Rakyat) itu.

Secara kronologis, lanjut Ketua Presidium Relawan Jokowi-KH.Ma’ruf Amin The President Center pada Pilpres 2019 itu, kejadian bermula dari postingan Muhammad Yasir Arafat Ely di media Facebook yang mengkritisi kebijakan pemerintah Kabupaten Maluku Tengah. Kemudian direspon dengan kedatangan kurang lebih sekitar 100 orang yang dipimpin oleh Saleh Tjiu, Penjabat Kepala Pemerintahan Negeri Wahai Kecamatan Seram Utara ke rumah Muhamad Yasir Arafat Ely yang merujung aksi pengroyokan brutal terhadap korban.

Menurut keterangan Isteri Muhammad Nasir selaku korban kepada wartawan, sekitar pukul 21.00 WIT, pejabat Kepala Pemerintah Negeri Wahai atas nama Saleh Tjiu membawa masa mendatangi rumah korban. Saat massa bertemu dengan isteri korban kemudian menanyakan keberadaan korban dengan kasar dan kata-kata yang brutal. Sebagian berteriak “Mana Lambor?” (Panggilan Muhammad Yasir).