Aktual Berani Dan Terpercaya

WN Prancis 65 Tahun Eksploitasi Seksual 305 Anak di Jakarta

0 677

 

Online-indonesia.com Subdit Renakta (Remaja, anak dan Wanita) Ditreskrimum Polda Metro Jaya berhasil menangkap WN Prancis berusia 65 tahun yang melakukan eksploitasi seksual terhadap 305 anak di Jakarta. Ia melakukan perbuatan tersebut dengan sejumlah iming-iming uang dan karir sebagai fotomodel.

Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Nana Sudjana menjelaskan, Warganegara asing ini berinisial FAC alias Frans alias Mister berusia 65 tahun dan tidak punya pekerjaan. Dari imigrasi, WN Prancis ini sudah berulang kali keluar masuk Indonesia sebagai turis, Pertamakali masuk ke Indonesia pada tahun 2015 dan selama masa pandemi covid-19, ia berada di Indonesia dengan berpindah-pindah hotel.

Dijelaskan pula kasus eksploitasi seksual anak ini terjadi di beberapa hotel di wilayah Jakarta.

“Waktu pada Desember 2019 sampai Februari 2020 di hotel O di Jakarta Barat. Kemudian bulan Februari sampai April di hotel L Jakarta Barat. April sampai dengan Juni, pelaku melakukan di hotel PP Jakarta Barat,” kata Kapolda Metro Jaya saat konferensi pers di Mapolda Metro Jaya, Kamis (9/7/2020) sore.

Lanjutnya, kasus ini berawal dari Subdit Renakta Ditreskrimum Polda Metro Jaya mendapatkan informasi terjadi eksploitasi seksual terhadap anak di sebuah hotel. Setelah melakukan penyelidikan, petugas kepolisian mendatangi hotel PP yang ada di jalan Mangga Besar di sekitar Lokasari Taman Sari jakarta Barat.

“Pada kamar tersebut penyidik mendapatkan warganegara asing dalam kondisi setengah telanjang bersama dua anak perempuan dibawah umur dengan kondisi telanjang dan setengah telanjang. Dari situlah kita amankan dan kita bawa ke Polda. Dan diperoleh keterangan bahwa warganegara tersebut selama tiga bulan melakukan pencabulan dengan kedok fotografi terhadap anak perempuan dibawah umur,” ujar Nana Sudjana.

Ia menegaskan, yang dimaksud dengan anak adalah perempuan yang berumur 18 tahun minus satu hari. Adapun jumlah korban sebanyak 305 tersebut berdasarkan data dalam bentuk film yang ada di laptop Frans. Film tersebut didapat dari video tersembunyi yang ditaruh di kamar tersebut ketika WN Prancis tersebut melakukan aksinya.

“Korban merupakan perempuan anak jalanan, kemudian korban dibujuk dengan memberikan imbalan uang. Kemudian mereka didandani, dimakeup terlebih dahulu sehingga terlihat menarik. Lalu kemudian mereka difoto. Disampaikan kepada korban bahwa mereka akan dijadikan model. Setelah itu mereka disetubuhi,” terang Kapolda Metro Jaya.