Penanganan polsek pituruh dipertanyakan, diduga banyak kejanggalan

  • Bagikan

Online-indonesia.8/5/2020

Dinilai janggal atas penetapan tersangka kasus Pasal 170 KUHP dengan dugaan dipaksakan, penanganan pelayanan kerja Polsek Pituruh, jajaran Polres Purworejo mulai dipertanyakan.

Hal tersebut berdasarkan penanganan kasus yang dialami ‘YA’ warga Sutogaten, Desa Pituruh, Purworejo sebagai terlapor, atas tuduhan pengeroyokan yang dilaporkan SR ke Polsek Pituruh.

Pasalnya, dugaan kejanggalan diungkapkan pihak keluarga terlapor yang diwakili oleh Pimpinan Perusahaan tempat YA bekerja. Sebagai mediator, Agus Darma Wijaya pimpinan perusahaan yang mewakili keluarga YA, mencoba menelisik dan menganalisa perkara tersebut yang diduga banyak kejanggalan.

“Jika dianalisa, menurut saya dugaan yang janggal banyak sekali, mulai dari terbitnya Surat Penangkapan Rabu, 17 Juli 2020, Surat Penahanan dan Surat Pemberitahuan Dimulai Penyidikan (SPDP) pada Kamis,18 Juni 2020, yang tidak lagi mengkaji, melakukan lidik atau melihat sebab akibat, hingga terkesan dipaksakan, yang padahal luka korban hanya lebam ringan di bagian bawah mata,” ungkapnya.

Menurutnya, atas penagkapan tersangka yang dinilai terburu-buru, dugaan lain adalah oknum anggota Polsek Bonorowo yang mencoba menunggangi, yang juga sebagai keluarga korban.

Selain itu, menurut Darma sebagai pihak terlapor, dirinya juga telah mengkomfirmasi pihak Puskesmas Pituruh pada Kamis, 25 JUNI 2020 dengan bertemu langsung Kepala Puskesmas Pituruh Dr. Sutrisno, untuk mempertanyakan surat hasil Visum pada tanggal 17 Juni 2020.

“Belum dapat keluar hasil Rekam Medis dari seorang ahli Rekam Medis, karena pada malam itu hanya ada dua orang perawat yang melakukan pemeriksaan visum sesuai SOP Puskesmas dan dari hasil keterang Kepala Puskesmas, hasil visum tidak ada luka yang sangat serius yang dapat mengganggu aktifitas kegiatan sehari- hari, hanya luka lebam di bawah mata Sarino,” terang Darma, menerangkan penjelasan pihak Puskesmas Pituruh saat itu.

Atas pembuktian itu, menurut Darma, secara pembuktian penangkapan tersebut sangat terkesan dipaksakan dan hanya mendengarkan keterangan Pelapor dan Saksi, yang mana Saksi adalah kawan pelapor, dengan tanpa melihat Asas Sebab Akibat, Lidik dan luka pada korban.

  • Bagikan