PPDB SMAN 11 Sepatan Kab Tangerang Terima Murid Lewat Belakang

  • Bagikan

 

Kab tangerang, Online-indonesia.com Dinas Pendidikan dan kebudayaan provinsi Banten Telah membuka Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Kabupaten Tangerang provinsi banten Tahun Pelajaran 2020/2021 dengan seluruh Stakeholder Pendidikan di provinsi Banten.

Pendidikan provinsi Banten dalam masa tanggap darurat Bencana Corona Virus Disease (Covid-19) seperti saat ini, Dinas Pendidikan provinsi Banten membuka Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Tahun Pelajaran 2020/2021

Seperti dilansir dari website resmi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten aplikasi PPDB yang mengacu pada juknis telah disediakan oleh panitia PPDB di tingkat provinsi, diberikan secara gratis kepada satuan pendidikan untuk diinstalasi dan dimanfaatkan secara optimal pada seluruh satuan pendidikan.

Seluruh biaya penyelenggaraan PPDB pada SMA negeri, SMK negeri dan sekolah negeri dibebankan pada anggaran bantuan operasional sekolah (BOS) pusat pada satuan pendidikan masing-masing dan calon peserta didik tidak dipungut biaya. Terkait kuota bisa dilihat pada web masing-masing satuan pendidikan. Kuota pada satuan pendidikan tergantung pada kondisi masing-masing satuan pendidikan dengan memperhatikan Permendikbud 44 Tahun 2019, Pergub dan Juknis PPDB tahun pelajaran 2020/2021.

Pendaftar bahwa diterima dan tidaknya pendaftar bukan karena ditentukan waktu pendaftaran yang terlebih dahulu. Namun sesuai hasil verifikasi dan pengukuran jarak dari tempat tinggal ke sekolah, serta bobot prestasi (khusus untuk jalur prestasi) oleh tim PPDB sekolah terhadap dokumen yang di-upload oleh pendaftar pada masing-masing jalur PPDB serta hasil rapat penerimaan peserta didik baru tahun pelajaran 2020/2021 dengan seluruh Stakeholder pendidikan di provinsi Banten.

Sistem PPDB provinsi banten tahun pelajaran 2020/2021 penyeleksiannya sistem zonasi,apabila jarak radius zonasinya tidak terjangkau dari rumah kesekolah maka murid tersebut tidak diterima yang diterima sesuai jarak radius zonasi telah ditentukan oleh sistem tersebut.

Namun hal tersebut berbeda seperti yang terjadi di SMAN 11 Sepatan kabupaten Tangerang provinsi Banten, diduga sampai saat ini masih menerima murid lewat jalur belakang yang tidak sesuai zonasi yang ditentukan,dan diduga pihak sekolah menerima Rp 3.000.000, Rupiah.

Agar murid tersebut diterima, Orang tua murid untuk memasuki anaknya segala cara ditempuh,begitupun pihak pendidik bersedia menerimanya asalkan ada sejumlah uang yang ditentukan oleh pihak oknum tersebut, pihak SMAN 11 sepatan kabupaten Tangerang provinsi Banten tidak memperdulikan aturan yang ada.

  • Bagikan