FPII Riau, Mintak Kemensos RI Evaluasi Kinerja PT Pos, Dalam Penyaluran BST

Dibaca 0 Kali
  • Bagikan

 

PEKANBARU/RIAU – Pendistribusian “Bantuan Sosial Tunai (BST)” untuk wilayah Kota Pekanbaru dan Kabupaten Kampar banyak kecaman dari masyarakat kepada “PT. POS Indonesia ” wilayah Riau yang berada di jalan Sudirman kota Pekanbaru .

Pasalnya, dari hasil pantauan FPII Riau selama satu bulan terakhir ini, hiruk pikuk masyarakat sangat menyesalkan kinerja “PT. POS Indonesia dan beberapa Bank yang dihunjuk untuk mendistribusikan pembagian BST. Seperti keluhan yang disampaikan Surya BD
Warga jalan Cendana, Kelurahan Sidomulyo Timur, Kecamatan Marpoyan Damai kota Pekanbaru.

Diakuinya kepada FPII Riau, ia mendapatkan bantuan BST covid-19, namun pada tahap awal diakuinya tidak dapat mencairkan uang nya dikantor Pos,Saat itu Surya BD sempat mempertanyakan perihal mengapa ia tidak dapat mencairkan uang nya kepada petugas “PT. POS Indonesia ” jawaban yang diterima Surya BD sangat menyakitkan, petugas mengatakan ” Kami tidak mengetahui pak mengapa bapak tidak dapat, didalam sistim nama bapak tidak ada atau terhapus, namun terkait adanya kertas undangan pencairan dana BST petugas menyarankan kordinasi ke ” Tenaga Kerja Suka Rela (TKSK) Kecamatan ” Dengan hati kesal dan mendapat rasa malu Surya BD pulang dengan tangan hampa,berlanjut ke bulan depannya Surya BD kembali mendapatkan undangan untuk penerimaan dana BST. Diakuinya ia dapat mencairkan uang BST.

Ironisnya lagi di tahap ke 3 Surya mendapatkan undangan lagi, namun saat mencairkan ia tidak mendapatkan bantuan BST.

Hal yang sama juga terjadi di Desa Tarai Bangun Kecamatan Tambang-Kampar, Dikantornya Kepala desa mengeluhkan kinerja pegawai ” PT POS Indonesia ” dimana hampir 15 persen masyarakatmya tidak bisa mencairkan uang BST. Saat dikonfirmasi pihak ” PT. POS Indonesia ” yang hadir di kantor desa mengatakan ” sifatnya kita hanya juru bayar pak, masalah data masyarakat bermasalah itu bukan gawean kita, semua sudah ada petunjuk Juklak dan Juknis nya, bahwa setiap data masyarakat yang bermasalah, yang telad datang mencairkan uangnya, maka secara otomatis uangnya tidak kita berikan, tegas petugas .

Berbeda dengan keluhan ( W ) masyarakat kelurahan Bencah Lesung kecamatan Tenayan Raya kota Pekanbaru, dimana ( W ) sudah tiga kali mendapatkan surat undangan BST namun saat pergi kekantor ” PT POS Indonesia ” ia tidak dapat mencairkan uang tersebut, menurut keterangan (W) saat bertanya kepada petugas kantor Pos, lagi-lagi dengan dalilnya petugas mengatakan “Kami hanya melayani yang memiliki data pak, di data yang kami terima nama bapak tidak terdaftar,” Ucap petugas Kantor Pos.

Berbeda lagi dengan keluhan ibu Mery masyarakat Suka jadi kota Pekanbaru, dihadapan FPII Riau ia mengakui, hanya dapat mencairkan dana BST nya sekali saja, dibulan kedua dan ketiga menurut keterangan petugas kantor Pos data nya sudah terhapus.

Dari beberapa keterangan masyarakat diatas dan masih banyak lagi keluhan masyarakat lainnya FPII Riau sangat menyesalkan kinerja ” PT POS Indonesia dan Kemensos RI ” dimana FPII Riau menduga ada kelalaian disengaja oleh pihak Kemensos dan PT POS Indonesia dalam pendistribusian dana BST covid-19 2020.

  • Bagikan