Penasehat Hukum Korban Kekerasan di Dusun Losi Huamual Layangkan Aduan ke Kapolda Maluku


  • Bagikan

Ambon, OnlineIndonesia.com – KETIDAK jelasan hokum terdahap kasus penganiayaan FAJAR WAGOLA warga dusun Mangge-Mangge desa Luhu mematik aksi keluarga korban. Aksi itu dilakukan dengan mengadu ke Polda Maluku, Rabu (22/06).

Laporan aduan dilayangkan melalui penasehat hokum keluarga korban dari kantor hokum Nasarudin Isnain & Associates .

Kepada wartawan di Ambon, Isnain mengaku telah memasukan laporan bersifat  aduan resminya kepada Kapolda.

“Tadi sudah kami masukan surat laporan aduan kepada Kapolda terkait kasus  yang terkesen sengaja didiamkan Polsek Huamual. Saya membawa salah satu keluarga korban ke kantor Polda Maluku,” ungkap Isnain di kompleks Mapolda Maluku.

Isnain menjelaskan, pihaknya melaporkan atau mengadukan BRIGPOL MIiCHAEL MAITIMU selaku Kanit Res krim Polsek Huamual sekaligus selaku Penyidik Pembantu Polsek Huamual.

“Pengaduan itu sehubungan dengan lambannya penanganan Kasus yang dilaporkan oleh klien kami Pelapor Korban. Bukti surat tanda terima laporan korban tidak diberikan,” akui Isnain.

Ditegaskan, bahwa merujuk pada ketentuan UU No. 2 Tahun 2002 Tentang Kepollsian Republik Indonesia, UU No. 39 tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia (HAM), KUHAP, KUHP, peraturan Kapolri No. 14 tahun 2012 tentang Manjemen Penyidikan, Peraturan Kapolri No. 9 tahun 2009 tentang Pengawasan Dan Pengendalian penanganan Perkara Pidana di Lingkungan Kepolislan Negara Republik Indonesila, Peraturan Kapolri  Nomor 9 tahun 2018 tentang Tata Cara Penanganan Pengaduan Masarakat di Lingkungan Kepolislan Republik Indonesia, maka dengan ini pihaknya menyampaikan perihal tersebut diatas kepada Kapolda Maluku.

Isnain memaparkan sedikitnya Sembilan  point alasan-alasan disertai kronologi dan pertimbangan hukum diajukannya laporan/pengaduan ini tersebut.

Yang pertama kata Isnain, bahwa pada hari Sabtu tanggal 28 Mei 2022, pelapor/korban penganiayaan, telah melaporkan saudara PANJI, ASEP dan DIDO, sehubungan dengan tindak pidana KEKERASAN BERSAMA TERHADAP orang DAN ATAU PENGANIAYAAN, sebagaimana dimaksud dalam rumusan Pasal 170 ayat (1) KUHPidana dan atau Pasal 351 ayat (1) KUHPidana jo Pasal 55 ayat Ke-1 KUHP pidana sesuai dengan laporan korban yang disampaikan kepada pihak Kepolisian Sektor Huamual pada hari Sabtu tanggal 28 Mei 2022.

Kedua, bahwa peristiwa penganiayaan tersebut terjadi pada hari Sabtu dini hari, sekitar pukul 03:00 WT tanggal 28 Mel 2022, yang bertempat di Dusun Losi, Desa Luhu, Kecamatan Huamual, Kabupaten Seram Bagian Barat. Dan akibat dari penganiayaan tersebut, korban atas nama Fajar Wagola/Pelapor mengalami luka serius dan lebam pada bagian kepala, wajah dan mata. Hingga laporan pengaduan itu diajaukan.

“Kondisi korban masih mendapatkan perawatan secara intensif di rumah orang tuanya di Dusun Mangge-Mangge, karena akibat benda tumpul berupa kayu buah, batu dan kepalan tangan para pelaku yang mengena pada  bagian kepala, dan korban masih mengalami kesakitan serta trauma yang belum sembuh secara total,” terang Isnain.

  • Bagikan