Plt Kakanwil Agama Maluku Bangun Komunikasi Bersama OKP


  • Bagikan

Maluku, OnlineIndonesia.com — Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Maluku H. Yamin, S. Ag, M. Pd. I membangun pendekatan dialog bersama utusan perwakilan sejumlah OKP Cipayung dalam rangka meredam rencana unjuk rasa di Kota Ambon, Provinsi Maluku terkait pernyataan Menteri Agama yang ditafsirkan menyamakan adzan dengan gonggongan anjing secara sepihak.

“Adik-adik jangan terbawa sesat pikir. Bapak Menteri Agama RI sama sekali tidak memiliki maksud untuk menyamakan suara adzan dengan gonggongan anjing. Jangan terpengaruh dan sesat pikir serta terbawa olehnya,” kata Yamin di ruang kerja Ka.Kanwil, Selasa (1/03/2022).

Penjelasan logis ini disampaikan Yamin saat berdialog dengan Ketua Umum GMNI Cabang Ambon Adi Tebwaiyanan, utusan perwakilan HMI, PMII Cabang Ambon dan beberapa LSM lainnya.

“Pernyataan bapak Menteri sama sekali tidak bermuatan atau bermaksud menyamakan gonggongan anjing dengan suara adzan. Itu fitnah,” jelas Yamin menepis tafsiran sepihak yang beredar di tengah masyarakat.

Menurut Yamin, muatan utama dari pesan yang disampaikan Menag adalah desibel suara dan suara gonggongan anjing adalah desibel suara itu sendiri, sebagaimana dentuman suara knalpot motor atau petasan, bukan pada makna status najisnya.

“Kenapa pak Menteri menggunakan bahasa gonggongan anjing sebagai perumpamaan di tempat non muslim yang ada umat Islamnya, karena umat Islam jangankan dengar suara anjing, mendekatinya saja tidak berani. Maka suara anjing itu jelas mengganggu pendengaran dan psikologis umat Islam,” terangnya lagi.

Yamin berharap, seluruh insan OKP Cipayung dapat menahan diri dan lebih mengedepankan kedewasaan berfikir dan sikap tabayun jika menemukan indikasi negatif.

Selanjutnya, Yamin menjelaskan edaran Menag No SE 05 tahun 2022 tentang Pedoman Penggunaan Pengeras Suara di Masjid dan Musalah bertujuan mengatur penggunaan pengeras suara masjid sesuai dengan kebutuhan, dan bukan sebagai bentuk pelarangan.

  • Bagikan