PT. Adi Jaya Makmur Sejahtera, Dirikan Bangunan Pabrik di Tanah Perairan Bantaran Kali Tanpa Mengantongi Izin


  • Bagikan

Tangerang, onlineindonesia.com – PT. Adi Jaya Makmur Sejahtera Dirikan Bangun Pabrik (industri) tanpa mendapatkan izin dari pemerintah kabupaten Tengerang, PT Adi Jaya Makmur Sejahtera yang beralamat di jalan raya kali baru,kampung Kamal kajangan , RT 04/RW 05 desa Gaga, kecamatan pakuhaji memang terkenal bandel dan kebal hukum, betapa tidak perusahaan yang berdiri di tanah perairan bertahun-tahun tersebut sudah ditegur oleh instansi pemerintah, namun PT. Adi jaya makmur sejahtera tetap melakukan produksi plafon dan beraktivitas seperti biasa.

Seperti dikethui bersama pengunaan atau pemanfaatan lahan non produktif di bantaran kali tentu memiliki mekanisme dan regulasi yang jelas sesuai dengan undang-undang yang berlaku tanpa harus mengalihfungsikan, namun PT. Adi Jaya Makmur Sejahtera menyulap bantaran kali dengan mendirikan bangunan pabrik industri tanpa mengantongi izin pendirian bangun dan izin pemanfaatan tanah pengairan sempadan air irigasi.

Bukan saja mendirikan bangunan dan peralihan tanah pengairan bantaran kali tanpa mengantongi izin resmi dari pemerintah, namun PT. Adi jaya makmur sejahtera juga melakukan produksi pembuatan plafon dengan membuang sisa limbah yang diduga limbah B3 (bahan berbahaya beracun) langsung ke dalam kali Cisadane yang Persis di belakang pabrik tersebut.

tidak sampai situ aktivitas produksi plafon juga mengunakan bahan berbahaya yang diduga berbahan dasar serbuk resin dan kalsium yang dapat menimbulkan pencemaran terhadap udara juga dapat menyebabkan timbulnya penyakit berbahaya untuk manusia dan mengancam keberlangsungan hidup satwa dan ternak masyarakat sekitar.

Hal ini membuat sejumlah warga sekitar Melakukan protes atas aktivitas produksi pabrik tersebut kepada pemerintah daerah, bahkan pihak kecamatan pakuhaji sudah menegur secara langsung pihak manajemen PT. Adi jaya makmur sejahtera dengan melayangkan surat teguran namun terus membangkang tak di hiraukan teguran tersebut.

” Kami warga selalu lewat di depan pabrik ini hampir setiap hari kalau nggak mengunakan masker dan kecium bau serbuk dari pabrik ini pasti batuk pak, apalagi pas kalau pabrik ini berdapatan dengan dia membuang limbah cair ke kali waduh itu bau nya udah kayak binatang yang mati berapa hari kali bau bangat, atuh gimana kita ma cuman bisa ngeliatin ayah”,. Ujar salah satu warga RT 05 desa gaga yang enggan disebutkan namanya.

Saat dihubungi melalui telepon seluler Kepala Desa Gaga Sadikin mengatakan “bingung untuk menjawab karena sebelum saya menjabat pabrik itu sudah ada”‘, kata Sadikin kepala desa gaga

Ditempat terpisah kami coba menghubungi asmawi camat Pakuhaji membenarkan kalau pabrik tersebut memang tak berizin dan juga bandel

  • Bagikan