Perkuat Nasionalisme Melalui Literatur Media, FPII Gelar FGD


  • Bagikan

Maluku, OnlineIndonesia.com– Forum Pers Independet Indonesia (FPII) Setwil Maluku, gelar Focus Group Discussion (FGD), Literasi Media Perteguh Nasionalisme Pemuda Maluku.

Kegiatan FGD ini dibuka Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Ambon, Richard Luhukay, AP di lantai V Manise hotel, Rabu (03/11/2021).

Menurut Ketua FPII Sekretariat Wilayah Maluku, Umar Wattiheluw, nasionalisme merupakan sebuah sikap yang harus dikembangkan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, termasuk di era digital saat ini. Literasi digital diperlukan untuk dapat memupuk sikap tersebut.

“Fenomena maraknya penyebaran paham radikal di ruang digital terjadi karena masyarakat merasa kehadiran ruang digital bukan merupakan bagian dari realitas. Di sini peran penting literasi digital. Forum Pers Independen Indonesia Sewtil Maluku berupaya membuka ruang dan memberikan pemahaman apa yang dilakukan secara fisik yang terefleksikan juga saat beraktivitas di ruang digital,”jelasnya.

Dikatakannya, berdasarkan hasil studi RAND Europe tentang radikalisme di ruang digital, terdapat beberapa wawasan menarik yang menunjukan sisi negatif ruang digital yang dapat mengancam pertumbuhan nasionalisme. Pertama, ruang digital beserta karakteristiknya dapat digunakan untuk memfasilitasi penyebaran konten-konten yang menghambat pertumbuhan nasionalisme.

“Kedua, ruang digital bertindak sebagai echo chambers sehingga memudahkan konten radikalisme untuk menemukan target yang sesuai. Ketiga, ruang digital memungkinkan terjadinya percepatan radikalisasi,” tandasnya.

FPII Setwil Maluku menghemat, di era digital tentunya nilai-nilai nasionalisme harus ditanamkan melalui literasi digital, agar masyarakat bisa menjadikan pancasila sebagai pembatas dari pemahaman yang menggerus kedaulatan negara. Pemerintah melalui Kominfo memiliki empat kerangka literasi digital, salah satunya digital culture, yang mengajarkan mengenai wawasan kebangsaan di ruang digital.

  • Bagikan