Sudut Pandang Hari Kesaktian Pancasila Dimata Ketua KPK


  • Bagikan

Tangerang,onlineindonesia.com Hari Kesaktian Pancasila yang jatuh pada, Jumat 1 Oktober 2021, menurut sudut pandang Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Firli Bahuri hari bersejarah yang membuktikan betapa ‘sakti’ nya Pancasila, sebagai ideologi dan falsafah kehidupan bagi segenap bangsa, rakyat dan negara Indonesia.

Lebih dari setengah abad lalu, kata Firli Kesaktian Pancasila di uji dan teruji menyelamatkan bangsa ini dari bahaya laten komunis yang menjadi satu dari beragam persoalan besar negara, dimana situasi sosial kemasyarakatan kala itu sangat rentan terfragmentasi.

“Dari cerita, catatan sejarah dan rentetan peristiwa kelam laten komunis yang mengancam keutuhan dan masa depan republik ini, dapat kita simpulkan¬† bahwasanya Kesaktian Pancasila bukan sekedar jargon apalagi dijadikan ajian mandraguna untuk menghadapi berbagai permasalahan besar bangsa,” papar Firli siaran tertulis yang diterima, Sabtu (2/9/2021).

Ia mengakui, Pancasila benar-benar sakti dan berdayaguna bagi kehidupan, keutuhan dan masa depan negara. Apabila Ruh yang terpancar dari 5 butir Pancasila, senantiasa dijaga dan mengisi sukma serta relung jiwa setiap anak bangsa di republik ini.

“Tanpa harus merubah fundamentalnya, Ruh Pancasila terbukti mampu memberikan kekuatan bagi bangsa ini dalam menghadapi tantangan, dinamika serta ragam persoalan negara sejak zaman dulu hingga masa kini,” terang Firli.

Setelah teruji menjadi solusi pengentasan laten komunis di masa lalu, Ruh dari Kesaktian Pancasila, ia berujar bahwa rakyat sangat membutuhkan untuk menangani laten korupsi yang sifatnya mirip-mirip Covid-19 karena kerap berevolusi, mampu bermutasi dan beradaptasi hingga dapat terus hidup dari masa ke masa.

“Lebih buruk dan jahat dari laten komunis, laten korupsi yang telah berurat akar di republik ini adalah permasalahan besar yang menjadi penghalang utama pergerakan segenap eksponen bangsa dalam mewujudkan tujuan bernegara,” pungkasnya.

Namun demikian, Firli katakan jika tidak dapat dipungkiri, sudah banyak oknum-oknum di negeri ini yang melihat Kesaktian Pancasila sebagai mantra politik saja, daripada memandangnya sebagai sebuah ideologi sakti, yang seyogianya menjadi landasan hidup dan kehidupan sebagai salah satu bagian dari bangsa Indonesia.

“Akibatnya, laten jahat korupsi lambat laun akan merubahnya menjadi manusia berperilaku koruptif, dimana sudah tidak ada lagi Ruh dari nilai-nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan dan keadilan, pada dirinya,” demikian Firli menuturkan.

Oleh karenanya, Ketua KPK ini pun Kembali mengingatkan kepada segenap bangsa Indonesia bahwasanya siapapun yang melakukan korupsi, adalah pengkhianat Pancasila.

“mengingat kejahatan kemanusiaan ini, jelas sangat bertentangan dengan setiap prinsip atau asas yang terkandung dalam 5 butir Pancasila,” ujarnya.

Firli menyampaikan dibutir pertama, Ketuhanan Yang Maha Esa. Sila ini seyogianya mengingatkan kita akan nilai-nilai ketuhanan yang senantiasa memberikan tauladan akan kebaikan.

  • Bagikan